RSS

Wednesday, June 9, 2010

Seruan Hapuskan Blokade Antara Kesungguhan dan Slogan

Seruan demi seruan untuk menghapuskan blockade Gaza kembali menggelora, terutama setelah aksi kejahatan Zionis terhadap kapal kebebasan yang menewaskan Sembilan syuhada. Sejumlah seruan yang datang dari negara-negara di dunia tentang pentingnya penghapusan blockade Gaza masih terkurung di laci. Terbukti bahwa Gaza hingga saat ini masih berkubang dalam blockade, upaya untuk meringankan penderitaan rakyat Palestina dengan membuka perlintasan bagi sebagian warga hanya sekedar membuka napas yang selama ini tersendat.

Infopalestina, melalui polling untuk menjaring pendapat warga, apakah seruan untuk membuka blockade serius atau tidak. Dan apakah ajakan ini sesuai dengan kenyataan di lapangan ? Apakah sejumlah rezim resmi Arab dan internasional serius dalam ajakanya. Atau apakah hanya untuk menjaring simpati rakyat Ara

Serius dan tidak serius

Abdurrahman Shalah (33 tahun) mengatakan, ada sejumlah pihak bukan pemerintahan yang sangat berkepentingan dan serius dalam ajakanya untuk membuka blockade. Namun di sisi lain sejumlah negara di dunia sangat jarang, satu atau dua saja yang benar-benar serius dalam ajakanya. Sesisanya hanya diplomatis dan politis semata. Ajakan tersebut kebanyakannya hanya promosi dirinya saja untuk mendapatkan posisi di mata rakyatnya dengan memanfaatkan simpati pihak Arab dan masyarakat internasional.

Perkembangan Seruan Cabut Blokade

Di pihak lain, Majid Arafat (31 tahun) seorang warga Palestina mengatakan, seruan untuk menghapuskan blockade Gaza, sangat serius. Mereka meninfakkan harta dan jiwanya untuk mngusung ajakan ini. Ajakan tersebut sebagai bukti mereka berpihak pada rakyat Palestina yang terisolasi, disamping menunjukan kebencian terhadap Zionis yang semakin meningkat.

Arafat meminta semua pihak memperhatikan dan mendorong seruan ini, tidak hanya dalam sisi kemanusiaan saja atau hanya bersifat pribadi.

Namun katanya, sejumlah negara Arab belum terlihat realisasinya. Selain beberapa asosiasi dan pemimpin partai ataupun aleg yang hanya menampilkan pendapat pribadi saja, bukan gambaran sikap resmi. Tetapi ada sejumlah negara Arab yang tampak lebih berani menyuarakan pembukaan blockade. Mereka memberikan kebebasan bagi rakyatnya untuk mengungkapkan seruan tersebut, terutama setelah terjadinya penyerangan terhadap kapal kemanusiaan.

Bersatu menekan Israel

Adapun Ahmad Zaitun (29 tahun) melihat sejumlah ajakan untuk membuka blockade serius. seperti ajakan dari beberapa negara Eropa dan internasional yang diikuti dengan pengiriman delegasinya dan atau pemberian bantuan kemanusiaan ke Gaza. Walau ini hanyalah bagian kecil dari solusi sesungguhnya. Sejumlah negarapun meminta untuk pembebasan blockade Gaza dengan gertakan atau hanya ancaman. Ada beberapa pihak yang sangat serius menyerukan pembukaan blockade. Akan tetapi ada negara yang tidak peduli dan menganggap dirinya akan mengalami kerugian, jika blockade dibuka. (infopalestina)

No comments:

Post a Comment