RSS

Friday, September 17, 2010

Peretas Muslim Bobol Website Pembela Gadis 17 th yang Murtad

Seorang peretas telah menyerang situs web Dewan Kebijakan Keluarga Florida (FFPC), kelompok yang membantu gadis murtad, Rifqa Bary. Peretas itu mengatakan melakukan serangan karena pemikiran kelompok tersebut tentang Islam. Kekalahan situs web itu bisa berdampak pada pemilu 2010 di Florida, klaim FFPC.

Dalam sebuah e-mail ke para pendukungnya, FFPC mengatakan peretas itu mendapatkan akses ke situs web mereka dan menonaktifkan seluruh kontrol back-end situs, menghapus sebagian besar data, menonaktifkan blog, dan meninggalkan sebuah pesan di laman kegiatan yang menjelaskan dalam bahasa Inggris patah-patah tentang siapa dirinya dan kenapa dia meretas situs itu.

Sebuah screenshot dari situs itu memperlihatkan gambar huruf Arab pada latar belakang fraktal berwarna cerah.

"Kalian kena retas karena pemikiran payah kalian tentang Islam," ujar peretas itu.

FFPC melaporkan bahwa pakar webnya telah menilai situs kelompok berusia lima tahun itu tidak bisa digunakan sepenuhnya dan harus diganti.

Kelompok itu terlibat dalam kasus Rifqa Bary, seorang gadis muda dari Columbus, Ohio. Menurut FFPC, dia pindah dari agama Islam ke Kristen dan kemudian melarikan diri ke Florida dengan naik bus setelah orangtuanya "mengancam akan membunuhnya jika tidak melepaskan keyakinan barunya". Namun ancaman itu tidak terbukti.

Kepala FFPC John Stemberger, yang mewakili Bary dalam kapasitas pribadi,menuding bahwa Masjid orangtua gadis itu memiliki hubungan dengan organisasi teroris. Dia mengatakan bahwa Bary bisa dibunuh sebagai orang yang murtad jika dia dipulangkan ke negara asalnya, Sri Lanka.

Stemberger mengatakan Bary adalah "simbol pertolongan" bagi kaum muda Muslim yang ingin meninggalkan Islam tapi takut pada konsekuensi jika melakukannya.

Stemberger mengatakan biaya untuk situs web baru adalah sekitar 20,000 dolar. Dananya masih perlu dikumpulkan meskipun seorang donor telah menawarkan 10,000 dolar sebagai hadiah. Dia mengatakan bahwa situs itu merupakan alat yang paling strategis bagi kelompoknya untuk membela kebebasan beragama, pernikahan, dan kehidupan saat pemilu bulan November semakin mendekat.

Rifqa Mohamed Bary, 17, meninggalkan keluarga Muslimnya di Ohio pada bulan Juli dan pergi ke Orlando, di mana ia pindah ke agama Kristen.

Remaja keturunan Sri Lanka itu, yang kini tinggal bersama seorang pastor dan keluarganya, mengatakan bahwa ia tak akan kembali kepada keluarganya karena telah keluar dari Islam.

Ayah gadis itu mengatakan bahwa dia hanya menginginkan putrinya kembali ke rumah.

Kasus ini hanyalah salah satu contoh perang salib modern oleh evangelis Kristen di AS, dengan menggunakan modus kebebasan beragama sebagai strategi mereka.

Aktivis Kristen melobi agar gadis itu bisa tetap tinggal di Florida sembari menyebutkan contoh-contoh "pembunuhan" yang dilakukan dalam Islam sebagai upaya mereka menjauhkan Bary dari pelukan keluarganya.

Seorang hakim Florida mengatakan gadis itu akan tetap berada di tempat penampungan hingga sidang dengar pendapat tanggal 3 September mendatang.

Para pemimpin Muslim mentertawakan klaim aktivis Kristen bahwa Al Quran memperingatkan pembunuhan terhadap orang-orang yang murtad dari agama Islam.

"Tidak ada satu ayat pun dalam kitab suci Al Quran yang menghentikan seseorang memiliki kebebasan untuk memilih agamanya sendiri," ujar Imam Rasheed.

"Tidak ada hukuman bagi mereka yang berpindah agama." (suara media)

No comments:

Post a Comment