RSS

Wednesday, August 25, 2010

Hidup di Perbatasan Mekkah, Pekerja Filipina Tak Kuat Untuk Tidak Masuk Islam

Marion, seorang pria asal Filipina berusia 46 tahun, telah tinggal di distrik Mekkah Tanim, yang jaraknya hanya beberapa meter dari perbatasan wilayah Haram, setelah ia tiba dari Inggris hampir lima bulan yang lalu.

Tempat tinggalnya sangat dekat dengan daerah Haram, dimana non-muslim tidak diperbolehkan untuk masuk, namun hal itu telah memberinya inspirasi untuk memeluk Islam.

Kurang dari setengah tahun waktu yang cukup untuk Marion menjadi tercerahkan. Dia mulai belajar tentang Islam dan mengucapkan selamat tinggal kepada agama lamanya, yang telah ia lakoni selama lebih dari empat dekade.

Marion mengucapkan kalimat Syahadah pada upacara di kantor cabang Jaliyat di Tanim. Direktur Jaliyat Mekkah Sulaiman Al-Salloumi yang membimbingnya masuk Islam.

Marion telah menikah dan memiliki dua anak. Dia saat ini bekerja untuk sebuah perusahaan drainase air di Makkah.

Marion mengatakan kepada Arab News bahwa kedekatannya dengan perbatasan Haram membantunya merasakan rahmat Allah dan meyakinkannya untuk masuk kedalam Islam.

"Hati saya tersentuh untuk belajar tentang Islam dan saya ingin bisa masuk ke area Haram sebagai seorang Muslim. Rekan-rekan saya banyak membantu dalam membimbing saya, "katanya.

"Ada beberapa rekan-rekan Muslim Filipina di perusahaan saya. Saya sangat terkesan dengan ritual agama mereka - shalat, membaca Al Qur'an dan melakukan umrah. "

Dia menambahkan bahwa melihat Masjidil Haram di televisi secara teratur memiliki pengaruh pada dirinya.

"Saya bermimpi suatu hari ketika saya menjadi seorang Muslim, saya akan pergi ke Masjidil Haram untuk melakukan umrah."

Marion mengatakan setelah masuk Islam dia sekarang jauh lebih santai dan menjadi manusia yang lebih bahagia.

"Saya melihat dalam Al Qu'ran obat mujarab untuk semua penyakit manusia. Saya menikmati membaca Alquran, yang merupakan berkat bagi seluruh umat manusia," katanya menegaskan.

Marion tidak sabar untuk memberi tahu istri dan keluarga tentang hal ini sebuah titik balik dalam hidupnya.

"Saya pribadi akan mengundang istri dan anggota keluarga untuk masuk ke agama yang benar. Ini akan terjadi setelah saya pergi berlibur, " tambahnya.(eramuslim)

No comments:

Post a Comment