RSS

Friday, August 20, 2010

Saingi Bill Gates Cs, Pengusaha Saudi Akan Sumbangkan Hartanya Untuk Amal

Tidak mau kalah dengan para pengusaha barat yang menyumbangkan sebagian besar penghasilannya untuk kegiatan amal, seorang pengusaha Saudi bernama Dr. Abdullah bin Marei bin Mahfuz menyerukan kepada teman-teman pengusahanya untuk memberikan sepertiga dari kekayaan mereka dalam kegiatan amal dan mengikuti contoh beberapa pengusaha Amerika yang menyumbangkan sejumlah besar dan dukungan kuat dalam berbagai kegaiatan amal.

Bin Mahfuz adalah orang pertama yang mengambil inisiatif ini dan dia sudah menyumbangkan sepertiga dari kekayaannya untuk organisasi amal Kinda, agar dana yang ia sumbangkan dapat dihabiskan dalam proyek-proyek kesehatan dan pendidikan, lapor surat kabar yang berbasis di London al-Hayat hari Kamis kemarin (19/8).

"Saya pertama kali meminta izin dari ayah dan anak-anak saya kemudian baru saya melakukan sumbangan," katanya kepada surat kabar Al-Hayat.

Bin Mahfuz mencontohkan Bill Gates, orang terkaya kedua dunia menurut majalah Forbes, dan Warren Buffet, orang ketiga terkaya, yang telah menyerukan kepada sesama mereka, para milyarder Amerika untuk memberikan separuh kekayaan mereka untuk kegiatan amal.

"Saya percaya pengalaman para milyarder Amerika bisa berlaku di Arab Saudi dan saya melihat mengapa saya tidak mengambil inisiatif serupa," tambahnya.

Inisiatif Gates-Warren sejauh ini telah berhasil menarik 38 milyarder Amerika termasuk Michael Bloomberg, walikota New York City dan pendiri Bloomberg LP untuk jasa keuangan, Ted Turner, pendiri CNN, dan sutradara George Lucas. Total sumbangan amal mereka sejauh ini mencapai 230 milyar dolar

When bin Mahfouz first announced his initiative, he was faced with criticism on the part of the media and particularly Saudi journalist Kamal Abdul Qader who labeled his initiative "sheer propaganda."

Ketika pertama kali bin Mahfuz mengumumkan inisiatifnya itu, dia dihadapkan dengan kritikan dari pihak media dan khususnya wartawan Saudi Kamal Abdul Qadir yang menyebut inisiatif nya itu hanya "propaganda belaka."

"Jika emang benar seruannya itu, dia harus meyakinkan para pengusaha untuk menyumbangkan setidaknya sepersepuluh dari kekayaan mereka," tulis Abdul Qadir. " "Dengan demikian, kemiskinan akan hilang dalam kerajaan dan setiap warga Saudi akan memiliki rumah."

Milyarder Arab 'sedikit kontribusi

Berita pengusaha yang akan memberikan porsi yang cukup besar dari kekayaan mereka telah menjadi sangat umum di Amerika Serikat, rumah bagi sekitar 403 miliuner dan yang menjadi mayoritas milyarder di dunia.

Namun, situasi berbeda di dunia Arab, di mana berita seperti ini selalu menjadi kejutan karena langkanya hal seperti itu.

Total kekayaan yang dimiliki oleh individu Arab diperkirakan sebesar 800 milyar dolar, terdistribusikan di antara sekitar 200.000 orang. Sebagian besar dari kekayaan ini berasal dari Teluk, rumah bagi 78.000 orang terkaya di dunia Arab.

Meskipun krisis keuangan global, yang merugikan pengusaha di seluruh dunia, pengusaha Saudi dan pengusaha Teluk masih berada di atas 50 orang Arab terkaya. Milyarder asal Saudi membentuk sekitar 32% dari daftar orang kaya, kemudian diikuti oleh Emirati Kuwait.

Namun, kontribusi para milyarder Arab sangat sedikit dibandingkan dengan sumbangan yang dibuat milyader di Amerika Serikat yang mencapai 260 milyar dolar di tahun 2006, dan jumlah itu mencapai dua kali lipat pada tahun 1995.(eramuslim)

No comments:

Post a Comment