RSS

Thursday, May 27, 2010

Kampanye Anti Islam di Bis Amerika

Departemen transportasi "Miami-Dade", di salah satu provinsi Florida, membiarkan kampanye menghina Islam di bis mereka, dengan kampanye berupa iklan yang meminta umat Islam untuk meninggalkan agama mereka.

Menurut surat kabar "Miami Herald," sebuah kelompok anti-Islam, melakukan aksi membeli space iklan yang akan ditampilkan selama satu bulan penuh, di 10 bis yang beroperasi di provinsi itu. Iklan yang terpampang di 10 bis tersebut berisi kalimat yang sangat mendiskreditkan umat Islam dan agama Islam, selain itu iklan itu juga mempublikasikan alamat situs untuk mengundang umat Islam untuk keluar dari Islam, dan berjanji akan memberikan jawaban atas pertanyaan yang mungkin muncul dalam pikiran kaum muslimin.

Kelompok yang menyebut diri "Stop Islamization of America", yang berbasis di New York, menyatakan bahwa aksi mereka tersebut datang dalam konteks mempertahankan kebebasan beragama dan sebagai tandingan terhadap kelompok Islam Amerika yang 'berdakwah' lewat bis.

Sementara itu, juru bicara Departemen Transportasi di "Miami-Dade," menyatakan bahwa pihaknya memutuskan untuk menghilangkan iklan tersebut dengan beberapa review.

Surat kabar itu menunjukkan bahwa perusahaan swasta yang menjual ruang iklan di bis-bis tersebut, dan biasanya pejabat perusahan bis tidak meninjau iklan yang tertampang di bis mereka secara berkala, namun kaum muslimin AS mengeluhkan kampanye yang mendiskreditkan Islam itu dan meminta perusahaan bis menghentikan kampanye tersebut.

Direktur eksekutif CAIR Florida, Mohammed Malik mengatakan: "Kami percaya bahwa Departemen Transportasi "Miami-Dade", memiliki hak untuk menghilangkan iklan kampanye kebencian dan intoleransi tersebut. Kampanye yang menyerukan umat Islam untuk murtad itu tidak akan membuat umat Islam berusaha murtad dari agama mereka, kampanye itu hanyalah kampanye intoleransi terhadap Islam dan berupaya meminggirkan umat Islam di Amerika."

Dia menunjukkan bahwa para pemimpin kelompok (Stop Islamization of America), Pam Geller dan Robert Spencer merupakan salah satu pendukung paling sengit Islamofobia.(eramuslim.com)

No comments:

Post a Comment