RSS

Thursday, May 27, 2010

Media Inggris: Obama dan Bush Dua Sisi Mata Uang yang Tak Terpisahkan

Wartawan surat kabar Independen di Washington, Rupert Cornwell menyimpulkan bahwa Presiden Barack Obama tidak berbeda dari pendahulunya, George W. Bush ketika menghadapi apa yang mereka sebut sebagai "terorisme."

Dalam kesimpulannya Cornwell mengatakan bahwa perluasan ruang lingkup operasi militer rahasia AS di Timur Tengah dan Tanduk Afrika telah menyebabkan banyak ketidakpuasan masyarakat di wilayah itu, sehingga dapat mempersulit hubungan dengan sekutu tradisional mereka di Timur Tengah.

Selain itu, orientasi militer AS (memperluas operasi militer AS) menegaskan bahwa presiden Obama telah mengikuti jejak pendahulunya Bush ketika menghadapi yang namanya terorisme.

Penulis membuat daftar beberapa bukti bahwa Obama sama dengan Bush. Pada masa Bush, Bush melakukan invasi ke Irak dan melakukan peningkatan operasi militer pada tahun 2007 di sana. Dan dua tahun kemudian Obama berhadapan dengan dilema yang sebanding di Afghanistan dan akhirnya melakukan hal yang sama yang pernah dilakukan oleh Bush di Irak.

Di Pakistan, Afghanistan dan Yaman, Obama memperluas penggunaan pesawat tak berawak yang konon menargetkan serangan terhadap para "teroris", dan di masa Obama juga secara resmi Central Intelligence Agency (CIA) menargetkan pembunuhan terhadap seorang ulama kelahiran Amerika Syaikh Anwar Al-Awlaqi.

Bahkan bahasa kedua presiden itu juga memiliki kesamaan. Bush terkenal dengan kecamannya dengan istilah "poros jahat". Sedangkan dalam pidato penerimaan Hadiah Nobel Perdamaian, Obama berbicara tentang adanya keberadaan "orang jahat di dunia".

Cornwell menyimpulkan bahwa ratifikasi persetujuan untuk memperluas kegiatan pasukan khusus berasal dari Departemen Pertahanan (Pentagon), dan hal ini tidak lain atas anjuran dari mantan Menteri Pertahanan Donald Rumsfeld.

Semuanya ini berjalan untuk menunjukkan bahwa Obama bak dua sisi mata uang yang tak terpisahkan dengan pendahulunya Bush. Obama telah gagal menjalankan janji kampanyenya yang ingin menjauhkan diri dan berbeda kebijakan dari pendahulunya George W Bush.(eramuslim.com)

No comments:

Post a Comment