RSS

Tuesday, July 6, 2010

AS – Inggris Rilis Video Palsu Salahkan Iran Atas Afghanistan

Agen intelijen AS dan Inggris tengah mengerjakan sebuah klip video palsu yang ditujukan untuk mengalihkan tanggung jawab atas kegagalan di Afghanistan kepada Iran, ujar sumber kemiliteran AS.

Sebuah sumber di pangkalan AS di Bagram, mengatakan pada kantor berita PressTV bahwa mata-mata AS dan Inggris telah menyewa sejumlah editor film Amerika kenamaan untuk memproduksi video tersebut.

Video itu terdiri atas rekaman yang dipalsukan sedemikian rupa untuk menunjukkan bahwa Iran menyediakan senjata dan peralatan militer bagi kekuatan anti-pemerintah di Afghanistan.

Urutan montase akan mengandalkan gambar satelit palsu dan gambar radar yang diduga diambil oleh drone (pesawat tanpa awak) mata-mata.

Hal ini terjadi ketika tekanan semakin meningkat terhadap AS untuk kegagalannya di Afghanistan, di tengah bertambahnya korban jiwa di antara pasukan asing di negara itu.

Juni adalah bulan paling berdarah bagi pasukan pimpinan AS di Afghanistan sejak awal invasi tahun 2001 dengan rekor 102 kematian.

Sementara meningkatnya korban sipil terus membuat marah Kabul, diyakini bahwa pemimpin Taliban, Mullah Omar, dan otak militansi lainnya berada di negara tetangga Pakistan.

Dalam sebuah langkah yang kontroversial, pemerintahan Obama memecat komandan pasukan AS dan NATO di Afghanistan, Jenderal Stanley McChrystal, karena mengejek bos sipilnya yang "tak tahu apa-apa".

Kepala Staf AS, Admiral Mike Mullen, mengatakan bahwa pengaruh negatif Iran semakin berkembang di Afghanistan, sembari menyebutkan sebuah pengiriman senjata Iran ke para pejuang di negara itu.

AS juga mengklaim bahwa Iran menyediakan bantuan untuk para pemberontak di Afghanistan, meskipun Washington mengatakan itu belum menjadi faktor sepenting di Irak.

"Iran sedang berusaha meningkatkan pengaruhnya di wilayah itu. Di satu sisi, itu tidak mengejutkan, mereka adalah negara tetangga. Di sisi lain, pengaruh yang saya lihat semuanya sering terlalu negatif," ujar Mullen mengenai pertanyyan tentang pengaruh Teheran.

"Saya diberitahu semalam tentang pengiriman senjata dari Iran ke Kandahar dalam jumlah yang signifikan, misalnya," ujar Mullen. "Saya juga cemas bahwa keinginan untuk menjadi berpengaruh itu akan semakin kuat."

Petinggi Pentagon menolak untuk memberikan detail lebih lanjut tentang pengiriman senjata Iran.

Teheran membantah telah membantu kelompok militan yang menentang pemerintahan Presiden Hamid Karzai dan menyalahkah kehadiran pasukan Barat di Afghanistan yang menyebabkan ketidakstabilan.

Sebaliknya, kepala polisi anti-narkotika Iran justru menyalahkan AS dan Inggris untuk masalah obat-obatan terlarang di Afghanistan, menuduh bahwa kebijakan anti-narkotika kedua negara itu melibatkan penipuan dan standar ganda.

Brigadir Jenderal Hamidreza Hosseinabadi mengatakan dalam pertemuan dengan wakil direktur Badan Anti Narkotika Rusia, Oleg Sukhanov bahwa AS dan Inggris telah menelantarkan pertarungan melawan narkotika dan hanya mengejar terorisme, terlepas dari fakta bahwa terorisme di Afghanistan dipicu dan dibiayai oleh perdagangan obat-obatan.

Merujuk pada data PBB yang menunjukkan bahwa 10,000 ton opium disimpan di gudang-gudang bandar narkoba di negara itu, dia menekankan bahwa pasukan asing pimpinan AS belum melakukan apa-apa untuk menghancurkan narkotika dalam jumlah besar tersebut.

Hosseinabadi menambahkan bahwa dirinya yakin transit obat-obatan ke luar Afghanistan pada prinsipnya dilakukan di pangkalan-pangkalan militer di negara itu yang masih berada dalam kendali Amerika dan Inggris.(suaramedia)

No comments:

Post a Comment