RSS

Thursday, July 8, 2010

Kagumi Ulama Libanon, Editor CNN Dipecat

Redaktur senior CNN yang bertanggung jawab atas berita-berita Timur Tengah dipecat dari pekerjaannya setelah menuliskan kekagumannya pada ulama Libanon dalam Twitter pribadinya. Dalam salah satu tweet-nya, Octavia Nasr, nama editor itu, mengekspresikan kekaguman pada seorang ulama Lebanon yang mampu menginspirasi kelompok Hizbullah.

Tweet dia membuat atasannya murka. Nasr kemudian meminta maaf atas hal itu, tapi seniornya di CNN, yang merupakan wakil pimpinan desk internasional media itu, Parisa Khosravi, menggelengkan kepala. Ia menyatakan pada hari Rabu bahwa kredibilitas Nasr telah dikompromikan dengan menulis "apa yang tidak semestinya di situs pribadinya."

Nasr memulai kariernya di CNN pusat di Atlanta 20 tahun lalu. Ia mengawalinya sebagai editor di desk internasional. Tugasnya kebanyakan off air, tetapi ia kadang-kadang muncul sebagai seorang analis secara on air selama diskusi berita Timur Tengah.

Sejak lama, Nasr simpati pada Grand Ayatollah Libanon, Mohammed Hussein Fadlallah yang meninggal pada hari Ahad setelah lama sakit. Dia dikenal anti-Amerika dan terkait dengan pemboman yang menewaskan lebih dari 260 orang Amerika, meski tuduhan itu tak pernah terbukti dan Fadlallah telah berulang kali menyanggah.

Dalam tweet yang diposting akhir pekan lalu, Nasr mengatakan dia sedih mendengar kematian Fadlallah. Dia menyebutnya dengan istilah "salah satu petinggi Hizbullah yang sangat saya hormati."

CNN mengeluarkan pernyataan pada hari Selasa menyebutnya kesalahan dengan menulis demikian dalam tweet-nya. Nasr membela diri dalam blognya bahwa kekagumannya mengacu pada sikap Fadlallah terhadap hak-hak perempuan. Ulama itu mengeluarkan fatwa melarang membunuh perempuan dan memberikan hak pada perempuan untuk memukul suami mereka jika diserang pertama.

Dia menulis bahwa Fadlallah dihormatinya tidak dalam kaitan terorisme. "Namun jika orang yang membaca tweet saya mengartikan demikian, maka saya sangat menyesal," tulisnya.

Namun rupanya, sebaris kalimat dalam Twitter-nya itu tetap tak berampun. Hari ini Nasr harus berkemas, dan besok tak lagi berkantor di gedung megah CNN itu.(republika)

No comments:

Post a Comment