RSS

Tuesday, July 13, 2010

Satu Tahun Setelah Tragedi Pembantaian Uighur

Satu tahun setelah kerusuhan etnis, pemerintah Cina menghancurkan suatu daerah di kota barat laut Urumqi.

Wilayah Heijiashan di propinsi Xinjiang, yang sebelumnya terdapat rumah untuk 200.000 orang, akan digantikan oleh pembangunan perumahan baru, demikian laporan kantor berita Xinhua. Kota itu sendiri digambarkan sebagai daerah "sarang kemiskinan dan kejahatan."

Heijiashan adalah salah satu titik kekerasan yang meletus pada tanggal 5 Juli 2009 di Urumqi, antara Muslim Uighur dan mayoritas Han Cina, yang menewaskan hampir 200 orang dan 1.700 orang terluka.

"Karena pengelolaan yang menyedihkan, para migran itu mudah dihasut oleh perusuh," kepala operasi penghancuran mengatakan. "Masyarakat di sini sering menggganggu tatanan sosial."

Pan Zhiping, kepala Akademi Ilmu Pengetahuan Sosial 'Central Asia Research Institute Xinjiang, telah merekomendasikan meniru model yang didirikan oleh Singapura yang menjamin "setiap komunitas warga dari kelompok etnis yang berbeda."

"Transformasi kota-kota kumuh adalah prioritas utama untuk menjaga stabilitas sosial," katanya.

Uighurs, orang-orang yang berbahasa Turki, menuduh penindasan dari bangsa Han Cina terhadap bangsa imigrasi. Heijiashan menarik sejumlah besar pekerja migran dari daerah luar Uighur dengan populasi besar seperti Kashgar, Hotan, dan Yili, menurut laporan media pemerintah sebelumnya.

Lebih dari 900 keluarga diminta untuk meninggalkan daerah itu antara bulan September dan November mendatang sebagai bagian dari tindakan keras.

Pemerintah telah menawarkan rumah baru atau kompensasi bagi warga yang rumahnya sedang dihancurkan tetapi penduduk yang sebagian besar Muslim menyatakan bahwa yang mereka lihat tidak memadai. (eramuslim)

No comments:

Post a Comment