RSS

Tuesday, June 1, 2010

Jalan Mencapai Kesyukuran

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, ia berkata, bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam: “Lihatlah orang yang berada di bawah kalian, dan jangan melihat siapa yang ada di atas kalian, yang demikian lebih pantas agar kalian tidak menganggap remeh nikmat Allah atas kalian”. (Muttafaqun Alaihi).

Mutiara hadits:

1. Hadits ini memberi petunjuk bagi hamba pada sesuatu yang dapat menjadikan mereka menyukuri Nikmat Allah.

2. Maksud melihat orang yang berada di bawah kita, adalah mereka yang berada di bawah kita dalam urusan duniawi.

3. Ketenangan hati tidak akan diperoleh melainkan dengan memandang baik segala apa yang Allah Ta’ala karuniakan pada kita. Sebab demikianlah, bahwa ketenangan jiwa itu lahir dari sikap ridho dan qana’ah (merasa cukup). Dan sebaliknya, manakala seseorang disibukkan melihat orang-orang yang lebih baik keadaan dan nasibnya, maka hatinya akan galau, sedih, risau, bahkan mungkin saja ia akan memandang enteng nikmat yang ada pada dirinya.

4. Bimbingan Nabi shallallahu alaihi wasallam pada kita agar selalu bersikap qana’ah. Sebab, karenanya seorang akan selalu bersyukur atas nikmat yang ada pada dirinya. Ketahuilah, bagaimanapun fakir-nya seorang hamba itu, tetap saja masih ada orang-orang yang berada di bawahnya. Masih banyak mereka-mereka yang lebih menderita dari dirinya. Hamba yang pandai bersyukur, adalah hamba yang mengetahui nilai nikmat Allah atas dirinya.

5. Adapun dalam urusan akhirat, maka ia sebaliknya. Hendaklah seorang hamba senantiasa melihat orang-orang yang berada di atasnya dalam hal banyaknya ibadah dan kebajikan, serta merasakan bahwa dirinya masih banyak diliputi kekurangan. Hal ini seperti tersurat dalam firman-Nya, Ali Imran : 133 dan Al-Muthaffifin : 26.

Maroji’
Ibnu Hajar al-Asqalany, Bulughul Maram
Al-Mubarakfuriy, Tuhfatul Ahwadzi Syarah Sunan Tirmidzi, maktabah Syamilah
Al-Munawi, Faidh al-Qadir, Maktabah Syamilah
Syaikh Abdullah al-Bassam, Taudhihul Ahkam Syarah Bulughul Maram
Al-Allamah al-Shan’ani, Subul as-Salam.(Rappung Samuddin)

No comments:

Post a Comment