RSS

Tuesday, June 1, 2010

Kebaikan dan Dosa

Dari Nawwas bin Sam’an radhiallahu anhu, ia berkata: Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tentang kebaikan dan dosa. Maka beliau menjawab: “Kebaikan itu adalah akhlak yang baik, sedangkan dosa adalah apa yang membuat dada sempit dan engkau tidak senang jika orang lain mengetahuinya”. (HR. Muslim, no. 2553).

Mutiara Hadits
1. Kebiasaan para sahabat bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam tentang hal-hal yang bermanfaat bagi kehidupan mereka, utamanya kehidupan ukhrawi.

2. Hadits ini mengandung tafsir dua lafadz, yakni tafsir al-birru (kebaikan) dan tafsir al-istmu (dosa).

3. Al-Birru menurut Imam an-Nawawi rahimahullah: “Bisa bermakna menyambung kekerabatan, sedekah, lemah lembut, pergaulan yang baik, keta’atan, dan selainnya yang merupakan kumpulan dari akhlak-akhlak terpuji”. Sedangkan menurut Ibnu Rajab al-Hambali: “Al-birru itu tercakup padanya seluruh bentuk keta’atan batiniyah dan ketaatan zahiriyah”.

4. Akhlak yang mulia mencakup seluruh bentuk ketaatan yang disebutkan di atas. Sebab akhlak yang baik itu kadang diarahkan pada makna berakhlak dengan akhlak syari’at, beradab dengan adab-adab (yang diperintahkan) Allah dan sebagainya.

5. Adapun dosa, maka ia adalah sesuatu yang memberi pengaruh pada dada (hati), berupa kesempitan dan kegalauan. Bersamaan dengan itu, perbuatan dosa itu merupakan perkara dibenci manusia, hingga pelakunya tidak senang atau malu jika orang lain mengetahuinya. Dan inilah derajat tertinggi dalam mengetahui bahwa sesuatu itu perbuatan dosa atau tidak, ketika terjadi kerancuan. Yakni, apa yang dibenci oleh manusia, dan pelakunya takut untuk diketahui. Sebab, menurut tabi’atnya manusia senang untuk dilihat segala kebaikannya, dan membenci yang sebaliknya.

Maroji’:
Ibnu Hajar al-Asqalany, Bulughul Maram
Al-Mubarakfury, Tuhfah al-Alahwadziy Syarah Sunan Tirmidzi
Abdullah al-Bassam, Taudhih al-Ahkam Syarah Bulughul Maram
As-Shan’aniy, Subul as-Salam.(Rappung Samuddin)

No comments:

Post a Comment